Sikap Tenggang Rasa / Tasamuh


Sikap Tenggang Rasa / Tasamuh

Tenggang rasa atau di sebut tasamuh / toleran Dalam pergaulan baik intren umat islam maupun dengan ummat non islam, saling menghormati saling menghargai sesama manusia. Pada hakekatnya sikap seperti ini telah dimiliki oleh manusia sejak masih anak-anak namu perlu bimbingan dan arahan.

tasamuh-dalam-kehidupan-sehari-hari

Setiap manusia diberikan akal, pikiran, dan perasaan dalam hidup bermasyarakat, perasaan harus mendapat perhatian oleh masing-masing anggota masyarakat. Salah satu bentuk perahtian terhadap perasaan sesama manusia ialah memiliki sikap tasamuh. Dengan demikian sikap tasamuh sangat diperlukan dalam kehidupan bertetangga dan bermasyarakat. Bersikap tasamuh berarti memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mengambil haknya sebagaimana mestinya.

Tasamuh dalam kehidupan bergama harus sabar dalam menghadapi keyakinan-keyakinan orang lain, pendapat-pendapat mereka dan amal-amal mereka walaupun bertentangan dan bathil. Menurut pandangan, dab tidak boleh menyerang dan mencela yang membuat orang tersebut sakit dan tersiksa perasaannya. Asas tersebut terkandung dalam Q.S Al-An’am ayat : 108

Sikap tasamuh penting untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama, untuk untuk menciptakan persatuan dan kerukunan dengan sesama makhluk ciptaan Allah SWT.

Pengertian Tasamuh dan Macam-macamnya

1.      Pengertian Tasamuh

Secara bahasa tasamuh artinya toleransi, tenggang rasa atau saling menghargai sedangakan menurut istilah tasamuh artinya suatu sikap yang senantiasa saling menghargai antara sesama manusia. Sebagai mahluk sosial kita semua saling membutuhkan satu sama lain, karena masing-masing memiliki kelemahan dan kelebihan sesuai dengan potensi yang dimiliki. Dengan demikian perlu ditumbuhkan sikap toleran dan tenggang rasa agar senantiasa  tergerak untuk saling menutupi kekurangan masing-masing. Dari sikap ini akan terpancar rasa saling menghargai, berbaik sangka dan terhindar dari sikap saling menuduh antar teman.

Q.S. Al-Hujarat : 12-13 Artinya :

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), Karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S. Al-Hujarat : 12-13)

Ayat diatas  juga menjelaskan bahwa  sikap toleransi tidak memandang suku, bangsa dan ras. Karena mereka terpaut dalam satu keyakinan sebagai makhluk Allah di muka bimi. Dihadapan Allah semua memiliki hak dan kewajiban yang sama. Adapun yang membedakan mereka dihadapan Allah swt adalah Taqwa.

Pos ini dipublikasikan di TEORI DAKWAH dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Sikap Tenggang Rasa / Tasamuh

  1. rena auDina berkata:

    bagus,, akan lebih bagus lgi kalau dalil arabnya diikutkan dan juga hadits biar lebih baguzzz hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s