Mendengarkan Musik Dalam Pandangan Islam


Musik Dalam Pandangan Islam

Mendengarkan musik memang menyenangkan, apalagi bagi orang yang lagi galau atau mungkin jatuh cinta, maka musik itu akan membawa dia ke perasaan yang sangat jauh.

musik-islam-untuk-ibu-hamil

musik islam untuk ibu hamil

Media elektronika seperti radio, radiokaset, televisi, dan video telah menyerbu pedesaan. Media ini telah lama mempengaruhi kehidupan anak-anak mudanya. Kehidupan di kota bahkan lebih buruk lagi. Tempat-tempat hiburan (ma‘shiat) seperti “night club”, bioskop dan panggung pertunjukkan jumlahnya sangat banyak dan telah mewarnai kehidupan pemuda-pemudanya.

Sering kita melihat anak-anak muda berkumpul di rumah teman-temannya. Mereka mencari kesenangan dengan bernyanyi, menari bersama sambil berjoget tanpa mempedulikan lagi hukum halāl-harām. Banyak di antara mereka yang berpikir bahwa hidup itu hanya untuk bersenang-senang, jatuh cinta, pacaran, dan lain-lain.

Cabang seni yang paling dipermasalahkan adalah nyanyian, musik dan tarian. Ketiga bidang itu telah menjadi bagian yang penting dalam kehidupan modern sekarang ini karena semua cabang seni ini dirasakan langsung telah merusak akhlaq dan nilai-nilai keislāman.

Adanya dampak negatif dari bidang kesenian menyebabkan banyak orang bertanya-tanya, khususnya dari kalangan pemuda yang masih memiliki ghirah (cemburu terhadap musuh agama) Islam. Mereka bertanya: bagaimana pandangan Islam terhadap seni budaya? Bolehkah kita bermain gitar, piano, organ, drum band, seruling, bermain musik blues, klasik, keroncong (popular Indineisan music originating from Portuguese songs), musik lembut, musik rock, dan lain-lain? Bagaimana pula dengan lirik lagu bernada asmara, porno, perjuangan, qashīdah, kritik sosial, dan sejenisnya? Di samping itu, bagaimana pandangan hukum Islam dalam seni tari. Apakah tarian Barat seperti Twist, Togo, Soul, Disko dan sebagainya? Kalau tidak boleh dengan tarian Barat, bagaimana dengan tari tradisional? Juga, bolehkan wanita atau lelaki menari di kalangan mereka masing-masing?

Hukum Musik Dalam Pandangan Islam

Pada dasarnya Islam itu mencintai keindahan. Dalam musik terdapat keindahan, kreatifitas dan seni hidup yang dapat menghibur sehingga menjadi budaya dalam masyarakat. Sebelum datangnya Islam. Kaum jahiliyahpun suka berpesta. Menggelar musik setiap hari.  Sampai datangnya Islam, musik tidak dihilangkan akan tetapi dibenahi. Mana yang boleh, mana yang tidak.

Kalau kita lihat kondisi saat ini, musik adalah salah satu cara untuk menyihir kaum muda-mudi yang masih labil. Jika ada pertunjukan musik, konser, dan band pasti ramai dengan penonton. Bahkan penuh sesak. Ada yang rela mengeluarkan uang ratusan ribu sampai jutaan. Demi hobi yang satu ini. Ada juga yang histeris ketika mendengar alunan musik sang idolanya. Berteriak-teriak dan seolah-olah seperti pemujaan. Mereka mencintai musik sudah seperti orang kesetanan sampai-sampai seluruh gaya para idolanyanya dijiplak habis, mulai dari cara berpakaian dan gaya hidup. Yang lebih parah lagi adalah para remaja yang mengikuti kebiasaan buruk idolanya yang suka minum-minuman keras dan memakai ekstasi. Jika seperti ini efek musik yang dimunculkan sudah jelas Islam sangat mewanti-wanti bahwa musik tersebut di larang.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah bersabda: “Kelak akan ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras dan musik.” (HR. Bukhari dan Abu Daud)

Allah Ta’ala berfirman: “Dan di antara manusia (ada) yang mempergunakan lahwul hadits untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu bahan olok-olokan.” (Qs. Luqman: 6)

Manfaat Memperdengarkan Musik atau Ayat Suci Al-Qur’an untuk Janin

Timbul pertanyaan apakah ketika kita punya bayi dalam kandungan, yang kita perdengarkan musik atau bacaan alquran ?

Indera pendengaran mulai berkembang sejak masuk minggu ke 8 dan sudah terbentuk sempurna di minggu ke 24. Air ketuban memiliki peran penting sebagai penghantar suara yang baik. Janin akan mulai mendengar suara aliran darah melalui plasenta, suara denyut jantung dan suara udara dalam usus. Selain itu janin akan bereaksi terhadap suara-suara keras, bahkan bisa membuat janin terkejut melompat.

Masuk minggu ke 25, si baby sudah bisa mendengar dan mulai bisa mengenali suara orang2 terdekatnya yaitu suara ayah atau ibunda. Nah, mulailah untuk berkomunikasi dengannya meskipun hanya satu arah. Misalnya dengan mengajak “ngobrol” janin untuk mempererat bonding sehingga semakin mengenal suara orang tuanya. Bacakan cerita, atau senandungkan tilawah qur’an. Berkomunikasi dengan janin menjadi sebuah pengalaman yang begitu menyenangkan yang tidak terlupakan

Please bare in mind, kalau janin sudah lebih sensitif. Jangan sembarangan ngomong atau mengeluarkan kata-kata yang nggak baik di dekat janin. Karena konon, orang tua yang sedang marah akan memberikan reaksi marah pula pada janin.  Sebaliknya alunan tilawah Al-Qur’an yang lembut dapat menenteramkan janin.

Ada sebuah hormon yang bernama “Kortisol” yaitu hormon yang diproduksi secara berlebihan apabila seseorang sedang dalam keadaan stress. Akibatnya adalah tekanan darah tinggi, dada sesak, dan emosi jadi nggak stabil. Khusus pada bumil, hormon kortisol ini akan dapat menuju plasenta dan akhirnya bisa sampai ke janin melalui pembuluh darah. Akibatnya, janin pun bisa ikutan stress. Bila selama hamil seorang ibu banyak mengeluarkan hormon kortisol, hal ini dapat membawa pengaruh kurang baik tidak saja pada dirinya, tetapi juga pada janinnya, bahkan hingga si anak dewasa. (Duh, jangan sampe’ ya…buibu….)

Stimulasi Janin

Saat ini, sudah berkembang metode pendidikan pada janin yang dilakukan dengan memberikan stimulasi (rangsang) pada sel-sel otak janin. Caranya dengan memperdengarkan bacaan Al Quran, nasyid, ceramah, dan lain-lain. Menurut para ahli, organ-organ tubuh janin selesai terbentuk pada usia 5 (lima) bulan dalam kandungan. Setelah masa itu, terjadi proses perkembangan atau pematangan dari seluruh sel-sel organ yang telah terbentuk. Dan stimulasi pada janin paling tepat lewat suara. Karena sekitar usia 24 minggu (6 bulan) kehamilan, organ telinga janin sudah terbentuk dan berfungsi secara sempurna.

Bersamaan dengan itu, di usia ini otak janin pun sudah mampu menerjemahkan rangsang suara. Jadi, memang benar kalau ibu hamil sering memperdengarkan bacaan Al Quran, bisa merangsang sel-sel otak janin sebelum lahir. Tapi bukan berarti janin akan lebih cerdas dengan kapasitas dan volume otak yang lebih besar, karena bagaimanapun volume otak sudah ditentukan oleh gen masing-masing. Minimal, sel-sel otak sudah diberi stimulasi (rangsang) sedini mungkin hingga ia dapat bekerja lebih optimal.

Kesimpulannya, ibu hamil sebaiknya banyak mendekatkan diri kepada-Nya agar jiwanya lebih tenang dan hindari stres karena akan merugikan janin.

Memperdengarkan bacaan Al Quran tidak membuat volume otak menjadi lebih besar, tapi bisa merangsang sel-sel otak bekerja lebih optimal, sehingga diharapkan bisa mencerdaskan anak. Disamping itu, dengan memperdengarkan Al-Qur’an pada janin, diharapkan keberkahan dan kebaikannya akan berpengaruh terhadap janin tersebut.

Pos ini dipublikasikan di TEORI DAKWAH dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s