Shodaqoh Yang Paling Utama


Apa tujuan shodaqoh?

Beberapa pertanyaan mengenai shodaqoh yang harus kita fahami adalah ketika kita bershodaqoh harus di niati karna allah, jangan samapai terbersit ingin di wah, ingin pamer dan lain sebagainya yanga mengakibatkan pahala shodaqoh kita tidak di terima oleh allah.

makalah-pengertian-manfaaat-shodaqoh

Makalah Pengertian Manfaat Shodaqoh

“……Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhoan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikit pun tidak akan dianiaya (dirugikan”). [QS.Al-Baqoroh : 272]

“Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhoan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat”. [QS.Al-Baqoroh : 265]

Apa yang harus kita shodaqoh kan ?

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”. [QS.Al-Baqoroh : 267]

Kepada siapa kita harus mengeluarkan shodaqoh ( yang lebih utama) ?

“(apa yang kamu infakkan) adalah untuk orang-orang fakir yang terhalang (usahanya karena  jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di muka bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara paksa. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui”. [QS.Al-Baqoroh : 273]

“Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya”. [QS.Al-Baqoroh : 215]

Kenapa orang-orang tidak mau bershodaqoh ?

“Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui’. [QS.Al-Baqoroh : 268]

Sembuh Setelah Bershodaqoh

Salah satu ujian dan musibah yang sering menimpa manusia adalah sakit. Taktala hal itu menerpa sesorang mukmin, hendaknya ia berbaik sangka kepada Alloh Ta’ala dan berusaha mencari kesembuhan dengan cara-cara syar’I. Yang diperintahkan Alloh. Salah satu metode penyembuhan yang terdengar sangat langka namun sangat mujarab adalah dengan bershodaqoh.
Dari Hasan al-Bashri rodhiAlloh’anhu ia berkata: Rasululloh shollahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

دَاوَوْامَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ

“Obatilah orang yang sakit diantara kalian dengan shodaqoh” (Dikeluarkan oleh al-Baihaqi 3/382 dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Shohih at-Targhib wa at-Tarhib 744).

Maka jika Anda ingin kesembuhan diri atau keluarga Anda yang sakit dengan bershodaqoh, hendaknya Anda memperhatikan adab-adab bershodaqoh.

1. Hendaknya Anda bershodaqoh dari harta yang benar-benar halal, bukan yang syubhat (meragukan) apalagi haram.

Alloh Ta’ala berfirman:

يٰٓأَيُّهَا    الَّذِينَ    ءَامَنُوٓا۟    أَنفِقُوا۟    مِن    طَيِّبٰتِ    مَا    كَسَبْتُمْ    وَمِمَّآ    أَخْرَجْنَا    لَكُم    مِّنَ    الْأَرْضِ    ۖ    وَلَا    تَيَمَّمُوا۟    الْخَبِيثَ    مِنْهُ    تُنفِقُونَ    وَلَسْتُم    بِـَٔاخِذِيهِ    إِلَّآ    أَن    تُغْمِضُوا۟    فِيهِ    ۚ    وَاعْلَمُوٓا۟    أَنَّ    اللَّـهَ    غَنِىٌّ    حَمِيدٌ

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (al_baqoroh[2]: 267)

مَاتَصَدَّقَ أَحَدٌبِصَدَقَةٍمِنْ طَيِّبٍ – وَ لاَيَقْبَلُ اللَّهُ إِلاَّ الطَّيِّبَ – إِلاَّأَخَذَهَاالرَّحْمَنُ بِيَمِينِه
“Tidaklah seseorang bershodaqoh dengan suatu shodaqoh dari yang baik – dan Alloh tidak menerima kecuali yang baik-baik – melainkan Alloh akan mengambil dengan dua tangan-Nya” (HR. Muslim 1014)

2. Meniatkan dengan shodaqoh tersebut untuk kesembuhan orang yang sakit karena semua amalan tergantung niatnya.

3. Jika Anda adalah orang berada, bershodaqohlah dengan dermawan seperti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bershodaqoh.

Dari Anas radhiallohu ‘anhu bahwasanya seseorang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta semua kambing yang berada di antara dua bukit, maka beliau memberikannya. kemduan orang tersebut mendatangi kaumnya dan berseru: “Wahai kaum, masuk Islamlah. Demi Alloh, seseungguhnya Muhammad memberikan suatu pemberian dengan tidak takut miskin” (HR. muslim 2312)

4. Jadikanlah shodaqoh Anda ikhlas karena Alloh semata. Semakin ikhlas suatu shodaqoh, semakin besar pahala dan buahnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan di antara orang yang akan dinaungi Alloh nanti pada hari kiamat:

وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍفَأَخْفَاهَاحَتَّىلاَتَعْلَمَ يَمِينُهُ مَاتُنْفِقُ شِمَالُهُ

“Dan seseorang yang bershodaqoh lalu ia menyembunyikannya sampai tangan kanannya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kirinya” (HR. Muslim 1031)

Shodaqoh Adalah Pelebur Dosa Dan Penangkal Musibah

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra berkata: Nabi SAW bersabda tentang apa yang beliau terima dari Allah : “Seorang hamba Allah berbuat dosa, lalu berdoa: Wahai Tuhanku! Ampunkanlah dosaku. Allah SWT berfirman: Hamba-Ku telah melakukan dosa, tetapi dia tahu bahwa ia mempunyai Tuhan yang akan mengampuni dosa atau menghukumnya karena dosanya. Kemudian hamba Allah tersebut kembali melakukan dosa, lalu berdoa: Wahai Tuhanku! Ampunkanlah dosaku. Allah berfirman: Hamba-Ku melakukan dosa, tetapi dia tahu bahwa dia mempunyai Tuhan yang akan mengampuni dosa atau menghukumnya karena dosanya. Kemudian hamba Allah tersebut kembali melakukan dosa, lalu berdoa: Wahai Tuhanku! Ampunkanlah dosaku. Allah berfirman: Hamba-Ku melakukan dosa, tetapi dia tahu bahwa dia mempunyai Tuhan yang akan mengampuni dosa atau menghukumnya karena dosanya. Oleh karena itu berbuatlah sesukamu, Aku akan ampuni dosamu. Hamba tersebut berkata: Aku tidak tahu sehingga yang ketiga kalinya atau yang keempat kalinya aku meminta ampunan, tetapi Allah tetap berfirman: Berbuatlah sesukamu, Aku tetap akan mengampuni dosamu.

1. Riwayat Bukhari di dalam Kitab Tauhid hadits nomor 6953
2. Riwayat Muslim didalam Kitab Taubat hadits nomor 4953

BENAR ! …. Meski Allah akan dan selalu mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang beriman karena Allah Maha Pengampun, akan tetapi yang tidak banyak diketahui hamba-Nya, bahwa pengampunan dosa tersebut terkadang harus ada syaratnya, yakni KAFAROT (peleburan dosa), padahal kafarot tersebut seringkali diturunkan dalam bentuk MUSIBAH atau UJIAN HIDUP manakala orang yang mau bertaubat itu tidak suka bershodaqoh.

Tentang KAFAROT atau peleburan dosa ini Allah Ta’ala menegaskan dengan firman-Nya :
وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَا أَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالْأَنْفَ بِالْأَنْفِ وَالْأُذُنَ بِالْأُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ وَالْجُرُوحَ قِصَاصٌ فَمَنْ تَصَدَّقَ بِهِ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ

”Dan kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barang siapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya”.(QS.Al-Ma’idah/54)

Pos ini dipublikasikan di TEORI DAKWAH dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s