Perang Islam Romawi Kristen


Perang Islam Romawi

Perang islam yang terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW terbagi atas ghazwah (gazwah) dan sariyah (sariyyah). Ghazwah adalah perang yang dipimpin oleh Nabi SAW, sedangkan sariyah adalah perang yang dipimpin oleh sahabat atas penunjukan Nabi SAW. Para ahli sejarah Islam berbeda pendapat tentang jumlah ghazwah dan sariyah. Ada beberapa ghazwah dan sariyah dalam sejarah Islam, antara lain sebagai berikut :

perang-islam-romawi

perang islam romawi

Ghazwah          

al-Asyirah        2 H
Badar        2 H
Bahran        3 H
Bani Lihyan    6 H
Bani Mustaliq    6 H
Bani Qainuqa    2 H
Banu Quraizah    5 H
Bani Sulaim    3 H
Buwat        2 H
Daumat al-Jandal    4 H
Fath al-Makkah    6 H
al-Gabah        6 H
Hamra’ al-Asad    3 H
Hunain        8 H
Khaibar        7 H
Khandaq        5 H
al-Kidr        3 H
Mu’tah        8 H
Safwan        2 H
Sawiq        2 H
Tabuk        9 H
Ta’if        8 H
Uhud        3 H
Widan        2 H
Zat ar-Riqa’    3 H
Zi Amr        3 H

Sariyah
Abdullah bin Jahsy        2 H
Abdullah bin Unais        3 H
Abdurrahman bin Auf    6 H
Abu Auja’            7 H
Abu Bakar            7 H
Abu Salam        3 H
Abu Ubaidah bin Jarrah    6 H
Ali bin Abi Thalib        10 H
Bani Asad            4 H
Basyir bin Sa’ad al-Ansari    7 H
Bi’ru Ma’unah        6 H
Ghalib bin Abdullah al-Laisi    7 H
Hamzah bin Abdul Muthalib    1 H
Hasma            6 H
Ijla’ Bani Nadir        4 H
Ka’b bin Umair al-Gifari    8 H
Muhammad bin Maslamah    6 H
Qirdah            3 H
Raji’            4 H
Sa’d bin Abi Waqqas        1 H
Ubaidah bin Haris        1 H
Ukasyah            6 H
Umar Bin Khattab        7 H
Zaid bin Haritsah        6 H
Zat ar-Riqa’        4 H

Perang Islam Di Badar (17 Ramadan 2 H)

Perang Islam di Badar itu terjadi di Lembah Badar, 125 km selatan Madinah. Perang Badar merupakan puncak pertikaian antara kaum muslim Madinah dan musyrikin Quraisy Mekah. Peperangan ini disebabkan oleh tindakan pengusiran dan perampasan harta kaum muslim yang dilakukan oleh musyrikin Quraisy. Selanjutnya kaum Quraisy terus menerus berupaya menghancurkan kaum muslim agar perniagaan dan sesembahan mereka terjamin. Dalam peperangan ini kaum muslim memenangkan pertempuran dengan gemilang. Tiga tokoh Quraisy yang terlibat dalam Perang Badar adalah Utbah bin Rabi’ah, al-Walid dan Syaibah. Ketiganya tewas di tangan tokoh muslim seperti Ali bin Abi Thalib. Ubaidah bin Haris dan Hamzah bin Abdul Muthalib. adapun di pihak muslim Ubaidah bin Haris meninggal karena terluka.

Tragedi Bir’u Maunah

Peperangan pertama setelah tragedi Uhud yang terjadi adalah perang pada Muharam 4 hijriah. Pasukan Islam menghadapi bani Asad bin Khuzaimah . Rasulullah mengutus Abu Salamah dengan berkekuatan 100 orang pasukan.
Pada 5 Muharam 4 hijriah , Rasulullah SAW , mengirim Abdullah bin Unais dan pasukan yang mencegah penyerangan Khalid bin Sufyan Al Hudzaly yang akan menyerang kaum muslimin.
Pada Safar tahun 4 hijriah, Rasulullah mengutus Martsad bin Abu Martsad Al Ghanwy dan Ashim bin Tsabit dengan beberapa orang. Penduduk Adhal dan Qarah datang kepada Rasulullah , meminta di kirim orang-orang untuk mengajarkan Al Qur’an. Di Ar Raji’ para sahabat di serang oleh sejumlah orang Quraisy   yang mencapi 100 orang lebih. Para sahabat bertempur hingga Ashim dan sebagian lain syahid.
Atas permintaan Amir bin Malik dari penduduk Nejed, Rasulullah mengutus 70 orang untuk mengajarkan Islam di wilayahnya . Sesampainya di Bir’u Maunah , beberapa kabilah dari bani Sulaim, seperti kabilah Ushayah , Ra’lu , Dzakwan tiba-tiba mengepung dan membunuh para pendakwah Islam itu . Yang selamat dari penyerangan itu hanyalah Ka’ab bin Zaid.
Pada tahun yang sama , Rasulullah mengusir kaum Yahudi bani Nadhir yang terus mengadakan siasat membahayakan bagi kaum muslimin . Mereka di usir dari Madinah , sebagian pergi ke Khaibar dan yang lain ke Syam.
Pada peristiwa peperangan di Dzat Riqa’ , Nejed, pasukan muslim menghadapi kabilah Ghatafan dari bani muharib dan Tsa’labah . Rasulullah mendapat wahyu pada saat shalat asar tentang cara shalat dalam kondisi perang ( shalat Khauf ).
Pada bulan sya’ban pada tahun 4 hijriah atau januari tahun 626 M , tibalah saat yang di sepakati antara kaum muslim dan kaum Quraisy ( peristiwa badar 2 ). Rasulullah berangkat ke badar dengan 1.500 pasukan. Akan tetapi, pasukan Quraisy takut dan urung perang.

Perang Islam Bani Musthaliq

Perang Islam melawan bani musthaliq ini terjadi pada Syaban 6 hah. Meski bukan perang besar, rangkaian peristiwa di dalamnya menggemparkan masyarakat islam akibat ulah orang-orang munafik. Dilatarbelakangi pengerahan kaum bani MUsthaliq , di bawah pimpinan Harist bin Abu Dhirar dan kabilah-kabilah Arab di bawah pengaruhnya , pasukan menuju madinah untuk memerangi rasulullah saw.
Beliau segera mengutus Buraidah bin Husyaib Al-Aslami. Setelah mendapat kepastian , rasulullah langsung memimpin pasukan menuju perkampungan bani Musthaliq turut di dalamnya seorang pembesar munafiq , Abdullah bin Ubay bin Salul. Urusan Madinah diserahkan kepada Zaid bin Haritsah.
Setiba di Muraisi, mata air di Qudaid , beliau dan pasukan singgah dan mengatur strategi. Bendera muhajirin di pegang Abu Bakar, sedangkan bendera Anshar dipegang Sa’ad bin Ubadah. Terjadilah pengepungan secara ketat terhadap bani Musthaliq lalu dengan mudah dapat dilumpuhkan. Harta, anak-anak, dan wanita ditawan kaum muslimin . di antara tawanan itu terdapat Juwairiyah binti Al Harist yang kemudian menjadi istri Rasulullah SAW.
Sebelumnya, rasulullah mengundi istri-istri beliau, Aisyah lah yah terpilih untuk turut berperang. Dipersinggahan , Aisyah keluar untuk suatu hajat hingga dia kembali lagi. Namun, para pasukan telah beranjak pergi. Dia duduk menunggu di tempat hingga tertidur karena kelelahan .  Shafwan bin Muatthal melintas dan terkejut melihat istri Rasulullah tertinggal. Lalu dia dimohon naik ke untanya untuk disusulkan ke barisan pasukan, sedangkan dirinya berjalan menuntun unta.
Setibanya di barisan , Abdullah bin Ubay bin Salul menyebarkan fitnah dengan menuduhkan bahwa istri rasulullah , Aisyah , telah berbuat dosa zina. Berita bohong ( haditsul ifki ) itu menyebar di kalangan umat islam. Rasulullah mendapat beragam saran dari para sahabat hingga beliau bertanya langsung kepada Aisyah. Lalu turunlah wahyu surah An Nur 24:11 yang menegaskan kaebohongan berita tersebut.

Perang Ahzab ( khandaq )
Perang Ahzab atau Perang Khandaq (parit) . Di sebut perang parit karena dalam peperangan ini pasukan muslim membuat galian parit di sekitar madinah sehingga pasukan musuh mendapati kesulitan dan terjebak di parit. Peristiwa ini terjadi Syawal 5 hijriah , antara pasukan muslim dengan pasukan gabungan Quraisy , Yahudi dan Badui.
Di latar belakangi kaum Yahudi dari bani Nadhir yang terusir dan tinggal di Khaibar , mereka mencoba memanfaatkan kesempatan. Mereka memprovokasi kaum Quraish yang sudah jera untuk menghadapi kaum muslimin dan menawarkan ulah kebun buah-buahan yang berlimpah kepada kabilah Ghatafan. Terbentuklah pasukan gabungan di bawah pimpinan Abu Sufyan dengan 10.000 pasukan. Mereka siap berangkat ke Madinah dan Menyerang kaum Muslimin . mendengar berita tersebut, Rasulullah bermusyawarah dengan para sahabat . Salman Al-Farisi menyarankan membuat parit , sebagaimana yang di terapkan oleh pasukan Persia pada masa-masa dahulu. Usulan itupun diterima. Penggalian di sekeliling madinah segera dilakukan dengan gigih selama enam hari ketika pasukan musuh datang , parit telah selesai di gali.
Setelah parit itu selesai di gali, pasukan muslim yang berjumlah 3.000 orang bersiap menghadapi musuh dari arah dalam. Pasukan gabungan dating dan mereka kebingungan untuk masuk Madinah. Mereka hanya bisa berputar-putar disekeliling parit. Lalu terjadilah panah memanah jarak jauh dan kibasan tombak atau pedang. Strategi ini sangat jitu sehingga tidak terjadi peperangan yang dahsyat.
Meskipun demikian , korban dari pihak tetap berjatuhan , salah seorang sahabat Rasulullah yang meninggal terkena panah adalah Sa’ad bin Mu’adz . Abu sufyan dengan pengikut-pengikutnya pun yakin bahwa menghadapi kota Yastrib dengan paritnya tersebut akan sia-sia saja.

Pos ini dipublikasikan di TEORI DAKWAH dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s