Penderita Harga Diri Rendah


Pengertian Harga Diri Rendah

Harga diri rendah biasanya di alami orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan yang luar biasa perlu kita ketahui bahwa HDR adalah perasaan negatif terhadap diri sendiri, termasuk kehilangan rasa percaya diri, tidak berharga, tidak berguna, tidak berdaya, pesimis tidak ada harapan dan putus asa.

pengertian-harga-diri-rendah

pengertian harga diri rendah

Etiologi

– Perkembangan ego terbelakang

– Model-model peran berkurang

– Kekurangan umpan balik positif

– Umpan balik berulang berakibat pada berkurangnya nilai diri

– Hubungan orang tua anak tidak memuaskan

– Lingkungan yang tidak terorganisasi dan semerawut

– Penganiayaan dan pengobatan anak

– Disfungsi sistem keluarga

Karakteristik perilaku

– Perasaan negatif terhadap diri sendiri

– Mengatakan diri tidak berharga, tidak berguna dan tidak mampu

– Mengatakan hal-hal yang negatif terhadap keadaan tubuhnya

– Mengeluh tidak mampu melakukan peran dan fungsi sebagaimana mestinya

– Menarik diri dari kehidupan sosial

– Kritis terhadap diri sendiri atau orang lain

– Destruktif terhadap orang lain dan diri sendiriharga diri

– Pembicaraan kacau

– Mempersiapkan adanya ketegangan peran

– Mudah tersinggung

– Produktifitas menurun

– Pandang hidup yang ekstrim

– Penolakan terhadap diri sendiri

– Menarik diri dari realitas

– Mengatakan pesimis dalam menghadapi kehidupan

– Merasa diri tidak adequat

– Keluhan fisik

– Penyalahgunaan zat

Penyebab dari harga diri rendah

Salah satu penyebab dari harga diri rendah yaitu berduka disfungsional. Berduka disfungsional merupakan pemanjangan atau tidak sukses dalam menggunakan respon intelektual dan emosional oleh individu dalam melalui proses modifikasi konsep diri berdasarkan persepsi kehilangan.

Tanda dan gejala :

o   Rasa bersalah

o   Adanya penolakan

o   Marah, sedih dan menangis

o   Perubahan pola makan, tidur, mimpi, konsentrasi dan aktivitas

o   Mengungkapkan tidak berdaya

C.      Akibat dari harga diri rendah

Harga diri rendah dapat beresiko terjadinya isolasi sosial : menarik diri. Menarik diri merupakan percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain, menghindari hubungan dengan orang lain (Rawlins,1993).

Tanda dan gejala :

§  Apatis, ekspresi sedih, afek tumpul

§  Menghindar dari orang lain (menyendiri)

§  Komunikasi kurang/tidak ada. Klien tidak tampak bercakap-cakap dengan klien lain/perawat

§  Tidak ada kontak mata, klien sering menunduk

§  Berdiam diri di kamar/klien kurang mobilitas

§  Menolak berhubungan dengan orang lain, klien memutuskan percakapan atau pergi jika diajak bercakap-cakap

§  Tidak/ jarang melakukan kegiatan sehari-hari.

PENJELASAN CIRI – CIRI ORANG YANG Memiliki Harga Diri Atau Self Esteem

  1. Self Confidence ( PERCAYA DIRI ).

Dalam menghadapi segala sesuatu penuh percaya diri dan tidak mudah putus asa . Seseorang yang mempunyai harga diri / self esteem yang kuat menyadari sepenuhnya segala kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya , dan bisa menerima semuanya dengan baik. Yakin pada kemampuanya dan bisa mengatasi permasalahan yang muncul. Tidak mudah putus asa dan tidak besar kepala / terlalu yakin pada keberhasiln yang dicapainya.

  1. Goal Oriented ( MENGACU HASIL AKHIR ).

Selalu memikirkan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mecapai tujuanyan dan memikirkan konsekuensi yang diperkirakan akan muncul serta memikirkan alternative lainya untuk mencapai tujuan tersebut. Cita-citanya realistis / tidak muluk-muluk sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya di sertai tekad dan kerja keras. Dan selalu konsekuensi apabila kegagalan datang .

  1. Appresiative ( MENGHARGAI ).

Merasa cukup dan selalu mnegahargai yang ada di sekelilingnya serta dapat membagi kesenangan dengan orang lain. Kualitas seperti inilah yang banyak membantu untuk membentuk suatu relasi / hubungan yang sangat berarti dan saling menguntungkan.

  1. Contented ( PUAS / SENANG ).

Menerima diri apa adanya dengan segala kelemahan dan kelebihanya serta mempunyai toleransi yang tinggi atas kelemahan orang lain dan mau belajar dari orang lain. Dengan demikian tidak focus pada apa yang tidak dimilikinya dan apa yang tidak dapat dikerjakan. Bisa melihat masa depan dengan apa yang ada pada dirinya dan yang bisa di lakukan , dan bukanya masa depan yang sekedar menirukan orang lain.

Individu yang memiliki self esteem yang lemah , memilki citra diri negative dan konsep diri yang buruk. Semuanya akan menjadi penghalang kemampuanya sendiri dalam membentuk satu hubungan antar individu agar nyaman dan baik untuk dirinya. Penghargaan diri yang rendah akan akan memicu seseorang untuk melakukan dua sikap ekstrim yang merugikan yaitu sikap pasif dan agresif. Sikap pasif yaitu sikap yang tidak tegas dalam melakukan berbagai tindakan akibat adanya rasa takut membuat orang lain tersinggung , meras diperintah atau digurui yang membuat diri menjadi benci dan merasa dikucilkan. Sikap agresif dalam hal ini adalah memaksakan gagasanya , tidak mau menerima masukan dari orang lain dan cenderung mengundang perdebatan daripada menyelesaikan masalah.

Pos ini dipublikasikan di Kesehatan dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s