Kapan Waktu Buka Puasa


Berbuka Puasa

Waktu berbuka puasa kurang setengah jam biasanya di radio jaman dulu di isi dengan nashiat dari para ustadz maupun ustadzah. Eh kalau sekarang juga sama ya, kita sering dengering khutbah di tv atau ada istilah ngabuburit , sebenarnya waktu menjelang buka puasa adalah waktu yang mustajab untuk berdoa , meminta kebaikan-kebaikan kepada allah, allah pasti akan mengabulkanya , dam aku yakin betul allah tidak akan lupa kepada kita , allah melihat apa yang kita minta apa yang kita panjatkan kepadaNya.

Waktu berbuka puasa

waktu-buka-puasa-bersama

waktu buka puasa bersama

Waktu buka puasa antara satu daerah dengan daerah lain itu berbeda yang jelas ketika matahari sudah terbenam itulah waktnya berbuka puasa, maka jangan punya anggapan waktu nya sama , kadang perbedaan waktu buka puasa selih setengah jam kadang lima belas menit dan lain-lain, kalau aku dapat jadwal waktu buka puasa dari depag , tinggal kita photo copy lalu kita sebarkan udah jadi kan, mudah sekali.

Apa sih puasa itu ?

Puasa adalah rukun Islam yang ke empat dan kewajiban mutlak yang harus di akerjakan oleh orang Islam. Wajibnya puasa itu seperti kewajiban Solat maksudnya harus di laksanakan sebagai contoh Nabi tidak menyuruh istrinya untuk membayar solat ketika Haid tetapi Nabi menyuruh untuk membayar Puasa. Kewajiban Puasa di laksanakan ketika sudah baligh adapun anak-anak yang belum baligh boleh berpuasa sebagai latihan.

Waktu mengerjakan puasa Romadlon ketika kita sudah benar – benar yakin bahwa itu tanggal satu Romadlon , tanggal Hijriyah itu di mulai ketika terbenamnya matahari , setelah solat Isa biasanya jama’ ah melanjutkan dengan mealaksanakan solat tarawih , malam harinya makan sahur sebagai bagian dari niat kita mengerjakan puasa Romadlon.

Disini saya menulis sedikit tentang hal – hal yang berkaitan dengan orang yang berpuasa , jang jelas tulisan ini kurang dari kesempurnaan , saya mengharap kepada semua ikhwan menambahi atau kpreksi tulisan kami.

1.            Orang yang sangat tua boleh tidak berpuasa.

2.            Wanita hamil boleh tidak berpusa.

3.            Satu orang muslim yang melihat tanggal romadlon/syawal hukumnya sah / di terima.

4.            Boleh memakai siwak.

5.            Boleh menyiram kepala dan menghisap air ke hidung ketika wudlu.

6.            Boleh pengobatan bekam.

7.            Muntah , mimpi dan bekam tidak membatalkan puasa.

8.            Boleh menggunakan celak.

9.            Boleh mencium istri dan berpelukan hukumnya makruh bagi pasangan muda

10.          Sah apabila pagi-pagian belum junub.

11.          Apabila makan dengan tidak sengaja puasanya tetap sah.

Hal-hal yang di larang bagi orang yang berpuasa :

1.            Tidak boleh mendahului puasa di bulan sa’ban kecuali puasa puasa yang sudah rutin atau membayar puasa.

2.            Tidak boleh berpuasa di hari yang meragukan.

3.            Muntah dengan sengaja hukumnya batal.

4.            Tidak boleh saling menggunjing.

Hal-hal yang perlu diperhatikan bagi orang yang berpuasa.

a.            Ketika mau melaksanakan puasa harus benar-benar tanggalnya.

b.            Melaksanakan puasa itu selama satu bulan ( kadang 29 hari maksimal 30 hari ).

c.             Dosa besar apabila makan dengan sengaja.

d.            Apabila Haid maka tidak berpuasa dan di bayar selesai Romadlon.

Sunnah ketika Berbuka Puasa

Hendaknya saat berbuka puasa kita melakukan sunnah-sunnah yang berkaitannya dengannya. Agar buka puasa yang kita lakukan juga mendatangkan pahala. Bukan sekedar berbahagia karena dapat menikmati makan dan minum kembali. Sunnah ketika berbuka puasa, antara lain:

1. Bersegeralah berbuka puasa!

Tahukah engkau kapan waktu berbuka puasa? Yaitu ketika sudah dipastikan matahari telah tenggelam, baik dengan menyaksikannya secara langsung atau berdasarkan informasi dari orang yang terpercaya melalui pengumandangan adzan Maghrib atau hal lainnya. (Lihat Majaalisu Syahri Ramadhaan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin)

Dan ketika waktu berbuka telah tiba, maka bersegeralah berbuka puasa. Sebagaimana hadits dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang-orang (umat Islam) senatiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (Muttafaqun ‘alaih)

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengerjakan shalat Maghrib hingga berbuka puasa kendati hanya dengan seteguk air.” (HR. Tirmidzi. Hadits Hasan)

2. Makan kurma atau seadanya.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka dengan beberapa biji ruthab (kurma masak yang belum jadi tamr) sebelum shalat Maghrib; jika tidak ada beberapa biji ruthab, maka cukup beberap biji tamr (kurma kering); jika itu tidak ada juga, maka beliau minum beberapa teguk air.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi. Hadits Hasan Shahih)

Hendaknya berbuka puasa dengan kurma masak atau kering, dengan jumlah yang ganjil. Misalnya tiga, lima atau tujuh. Adapun jika tidak ada, maka berbuka puasa hanya dengan air pun tak mengapa.

3. Setelah berbuka, jangan lupa panjatkan doa (yang shahih).

Saudariku, hendaknya kita manfaatkan waktu berbuka untuk memperbanyak doa. Karena berdoa pada waktu berbuka puasa adalah salah satu waktu di mana doa yang dipanjatkan dijanjikan akan dikabulkan Allah (HR. Ibnu Majah).

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Dahulu apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berbuka puasa, beliau biasa berdoa dengan, “Dzahaba zh- zhama-u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru insyaa Allah.”

Artinya: “Telah hilang rasa haus dahaga, dan urat-urat telah basah, dan pahala akan kita peroleh, insyaa Allah.” (HR. Abu Daud (II/306) [no.2357] dan yang lainnya. Lihat Shahihul Jami’ (IV/209) [no.4678])

Doa ini biasa dibaca Rasulullah setelah beliau berbuka puasa sebagaimana maksud perkataan Abdullah bin Umar, “Apabila beliau telah berbuka puasa.”

Adapun sabda Rasulullah, “Dzahaba zh-zhama-u” artinya adalah haus.

Kemudian, “wabtallatil ‘uruuqu” artinya adalah dengan hilangnya kekeringan pada urat-urat akibat dari rasa dahaga. Sedangkan ” wa tsabatal ajru” artinya adalah rasa lelah telah hilang berganti dengan pahala. Hilangnya rasa lelah akan mendorong untuk melakukan ibadah. Sementara pahala sangat banyak dan abadi.

Ath-Thibi rahimahullah menjelaskan, “Beliau menyebutkan ketetapan pahala yang akan diperoleh setelah mengalami kelelahan itu adalah dengan harapan akan mendapat kenikmatan yang berlimpah.”

Adapun “insyaa Allah” berkaitan dengan pahala orang berbuka puasa / puasa setiap orang tidak dapat memastikannya. Sebab ketetapan pahala itu adalah di bawah kehendak Allah.

Pos ini dipublikasikan di TEORI DAKWAH dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s