Tauhid Asma Wa Sifat


Tauhid Rububiyah Uluhiyah

Orang yang bisa men-tauhidkan Allah yang kuat, maka akan terbentukkan keimanan yang kuat. Dia hanya takut kepada Allah SWT dan berani mempertahankan keyakinannya seperti yang dipersaksikan dalam sirah Rasulullah dan para sahabat :

tauhid-uluhiyyah

Tauhid Uluhiyyah

1. Rasulullah SAW pernah memerintahkan sahabat Ali RA agar tidur di atas kasurnya sebelum Rasulullah berhijrah ke Madinah, sedangkan orang-orang kafir sudah siap membunuh rasulullah. Namun Sahabat Ali sanggup taat mengikuti perintah Rasulullah SAW kerana beliau yakin atas Kehendak dan Kekuasaan Allah.

2. Sahabat Khalid Ibn al-Walid RA pernah mengalami luka yang sangat banyak pada badannya kerana berperang dalam agama Allah. Namun dia tetap yakin dengan Kekuasaan Allah. Dia tetap meneruskan pertempuran melawan musuh.

3. Sahabat Bilal bin Rabah RA sanggup dijemur di atas padang pasir di bawah panasnya terik matahari dan disiksa dengan batu besar yang diletakkan di atas tubuhnya. Tapi dia tetap mempertahankan keimanannya.

Sekarang banyak manusia yang kehilangan keyakinannya. Mereka masih yakin kepada yang lain daripada Allah. Mereka takut kepada kegagalan, kebangkrutan , kematian dan sebagainya.

Menjadi kewajiban bagi para dai-dai Islam untuk mengembalikan manusia kepada keyakinan yang sebenanrya.

Tauhid Rububiyyah

Tauhid Rububiyyah adalah yakin hanya Allah, rabbNya kerajaan langit dan kerajaan bumi,dan juga allah adalah khaaliq / pencipta segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi, dan Allah pemilik segala sesuatu yang ada di diatas alam ini, tiadak ada sekutu bagi Allah pada kerajaan yang dimilikNya, tidak ada penghukum selain Allah pada apa yang telah diputuskaNya, Allah pemberi rizki pada setiap yang bernyawa,Dialah juga pentadbir setiap perkara, dialah yang bisa menundukkan pada segala sesuatu,Allah dzat pemberi dari sesuatu yang tercegah, Allah yang bisa memberikan kemudharatan pada setiap yang memberi manfaat,Allah yang memuliakan pada setiap yang  hina, selain Allah tidak ada yang bisa member manfaat dan mudharat melainkan dengan izin dan kehendakNya.

Ini adalah bagian tauhid yang tidak boleh dingkari oleh siapa pun,tetapi telah dingkari oleh golongan Al-Madiyyun dan Al-Mulhidun yang mana mereka telah mengingkari akan wujud Allah,begitu juga dengan orang-orang pada zaman dulu yang mengingkari wujud Allah sama dengan orang-orang pada zaman ini yang kita kenali dengan golongan Komunisme. Contohnya golongan Al-Madiyyun(golongan yang mengimani pada wujudnya dua tuhan)yang beriktiqad/yaqin bahwa sesungguhnya alam yang terbentang ini dimiliki oleh dua tuhan, yiaitu Tuhan Cahaya dan Tuhan Kegelapan,manakala golongan Musyrikin seperti bangsa Arab Jahiliyyah yang kebanyakkan mereka tidak mengingkari pada tauhid ini,bahkan mereka mengetahuinya wujudnya Allah, seperti didalam Al-Quran surah Al-Ankabut ayat : 61

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ فَأَنَّى يُؤْفَكُونَ * سورة العنكبوت 61

Artinya  :  Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka  :  Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan yang menundukkan matahari dan bulan? Tentu mereka akan menjawab  :  Allah,maka betapa mereka dipalingkan dari jalan yang benar. (Al-Ankabut : 61)

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهَا لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ * سورة العنكبوت 63

Artinya  :  Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka  :  Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air pada bumi sesudah matinya? Tentu mereka akan menjawab  :  Allah,katakanlah,segala puji bagi Allah ,tetapi kebanyakkan mereka tidaklah memahaminya. (Al-Ankabut : 63)

Dan pada surah Al-Mukminun ayat 84 – 89  :

قُلْ لِمَنِ الْأَرْضُ وَمَنْ فِيهَا إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (84) سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ (85) قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ (86) سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ (87) قُلْ مَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (88) سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ فَأَنَّى تُسْحَرُونَ

Artinya  :  Katakanlah  :  Keupayaan siapakah bumi ini?dan semua yang ada padanya,jika kamu mengetahui, Mereka akan menjawab : Keupayaan Allah,maka apakah kamu tidak ingat? Katakanlah : Siapakah yang empunya langit yang tujuh dan yang empunya ‘Arsy yang maha besar itu?Mereka akan menjawab : Kepunyaan Allah,maka apakah kamu tidak bertaqwa? Katakanlah,siapakah yang di tangaNya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi,tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari azabnya,jika kamu mengetahui! Mereka akan menjawab : Kepunyaan Allah,katakanlah,maka dari jalan manakah kamu ditipu?. ( surah Al-Mukminun ayat 84 – 89)

Itulah jawaban dari orang-orang Musyrik,menunjukkan bahwa sesungguhnya mereka mengakui pada Tauhid Rububiyyah Allah,disebabkan keadaan(Kaunu) dan pentadbiran Allah pada setiap perkara,sesungguhnya,keimanan mereka ini hanya terletak pada Rububiyyah Allah taala saja,dengan keadaan mengetahui hendaklah menyembah Allah yang esa dan janganlah menyekutukaNya dengan menyembah selain Allah,tetapi mereka telah mengingkari pada satu bagian tauhid yang lain,yaitu Tauhid Al-Ilahiyah atau Tauhid Al-Uluhiyyah.

Tauhid Uluhiyyah

Makna tauhid uluhiyyah adalah mengesakan allah pada semua peribadatan dan khudu’(tunduk), taat secara mutlak kepada allah,dan tidak menyembah selain allah yang maha esa,dan juga tidak menyekutukan allah dengan sesuatu apa pun juga yang wujud dibumi dan dilangit,dan tidak dapat direalisasikan tauhid itu secara hakiki/sebenarnya jika tidak menggabungkan tauhid rububiyyah dengan tauhid uluhiyyah secara bersama-sama,tidak mencukupi jika hanya beriktiqad dengan salah satu tauhid saja,maka orang musyrik arab mengakui pada tauhid ini,tetapi dalam masa yang sama mereka tidaklah memeluk agama islam karena mereka menyekutukan Allah dengan sesuatu yang tidak mempunyai kekuasaan apapun,lalu mereka iman pada makhluk lain yang dijadikan sebagai tuhan,dengan keyakinan mereka dapat mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Tinggi,ataupun dapat memberikan manfaat kepada mereka disisi Allah Taala.

Pemeluk agama Nasrani (Kristian)mereka mengingkari/tidak iman bahwa sesungguhnya Allah itu tuhan seluruh langit dan bumi,mereka telah menyekutukan Allah dengan Al-Masih Nabi Isa alaihis salam,mereka telah menjadikan nabi Isa AS sebagai tuhan selain Allah, di dalam Al-Quran golongan ini di anggap sebagai sebagai Kafir,diharamkan masuk surga Allah dan masuk ke Neraka selama-lamanya. Dan sesungguhnya,sejak zaman dulu,manusia telah sesat pada bagian tauhid ini,mereka telah menyembah selain Allah dengan dengan berbagai tuhan,contohnya,tuhan Kaum Nabi Nuh alaihissalam :  menyembah Waddan,Suwa’,Yaghuts,Ya’uq dan Nasra,tuhan Kaum Nabi Ibrahim :  menyembah Berhala, tuhan bagi penganut Hindu adalah lembu,dan tuhan Kaum Sabak Adalah matahari,dan tuham Kaum As-Sobieun Adalah bintang-bintang,dan tuhan Kaum Majusi adalah api,dan tuhan Kaum Arab Jahiliyyah Adalah berhala dan batu,dan tuhan penganut Kristian Adalah Isa Al-Masih alaihissalam serta ibunya Maryam, semuanya ini adalah orang-orang musyrik,kerana mereka tidaklah mengEsakan Allah Taala dalam beribadah, yang semestinya tidak boleh menyembah selain Allah.

Tauhid Asma’ Wa Sifat

Tauhid Asma’ Wa Sifat  artinya riman kepada nama Allah dan sifatNya, tanpa ta’wil , ta’thil, takyif, tamtsil, berdasarkan firman Allah Subhannahu wa Ta’ala  :

… لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ * سورة الشورى 11

 Artinya  :  Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.  (Asy-Syura :  11)

Allah menafikan jika ada sesuatu yang menyerupaiNya, dan Dia menetapkan bahwa Dia adalah Maha Mendengar dan Maha Melihat. Maka Dia diberi nama dan disifati dengan nama dan sifat yang Dia berikan untuk diriNya dan dengan nama dan sifat yang disampaikan oleh RasulNya. Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam hal ini tidak boleh dilanggar, karena tidak seorang pun yang lebih mengetahui Allah daripada Allah sendiri, dan tidak ada sesudah Allah orang yang lebih mengetahui Allah daripada RasulNya. Orang yang ingkar pada nama-nama Allah dan sifat-sifatNya atau menamakan Allah dan menyifatiNya dengan nama-nama dan sifat-sifat makhlukNya, atau men-ta’wil-kan dari maknanya yang benar, maka dia telah berbicara tentang Allah tanpa ilmu dan berdusta terhadap Allah dan RasulNya.

Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman :

… فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا * سورة الكهف 15

Artinya  :  Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?  (Al-Kahfi :  15)

Pos ini dipublikasikan di TEORI DAKWAH dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s