Menikah Dalam Islam


Syarat Menikah Dalam Islam

Menikah dalam islam adalah perintah rasulullah sekaligus sunah fi’liyah nabi. Rasulullah memerinthakan :

يا معشر الشباب من استطاع منكم الباءة فليتزوج فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج ، ومن لم يستطع فعليه بالصوم فإنه له وجاء * في صحيحين

Artinya : Hai golongan pemuda jika kalian mampu menikah maka menikahlah, sesungguhnya menikah itu akan menjaga pandangan, menjaga farji, jika kalian tidak mampu maka berpuasalah sesungguhnya puasa itu akan menjadi tameng.

menikah-secara-islami

Menikah Secara Islami

عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :  النِّكَاحُ مِنْ سُنَّتِي، فَمَنْ لَمْ يَعْمَلْ بِسُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي، وَتَزَوَّجُوا، فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الْأُمَمَ، وَمَنْ كَانَ ذَا طَوْلٍ فَلْيَنْكِحْ، وَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَعَلَيْهِ بِالصِّيَامِ، فَإِنَّ الصَّوْمَ لَهُ وِجَاءٌ * رواه ابن ماجة

Artinya : Dari Aisyah, Rasulullah bersabda : Nikah itu sunahku barang siapa yang tidak mengerjakan sunahku maka dia bukan golonganku, menikahlah, sesunguhnya aku orang yang memperbanyak umat, barang siapa yang mempunyai kekayaan maka menikahlah, barang siapa yang tidak mampu maka berpuasalah, sesungghnya puasa itu adalah tameng.

وَأَنكِحُواالْأَيَامَىٰمِنكُمْوَالصَّالِحِينَمِنْعِبَادِكُمْوَإِمَائِكُمْۚإِنيَكُونُوافُقَرَاءَيُغْنِهِمُاللَّهُمِنفَضْلِهِۗوَاللَّهُوَاسِعٌعَلِيمٌ * سورةالنور 32

Artinya :  Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu.

– Salah satu cara dalam agama Islam untuk menghilangkan perbudakan, yaitu seorang hamba boleh meminta pada tuannya untuk dimerdekakan, dengan perjanjian bahwa budak itu akan membayar jumlah uang yang ditentukan. Pemilik budak itu hendaklah menerima perjanjian itu kalau budak itu menurut penglihatannya sanggup melunasi perjanjian itu dengan harta yang halal.

– Untuk mempercepat lunasnya perjanjian itu hendaklah budak-budak itu ditolong dengan harta yang diambilkan dari zakat atau harta lainnya.

– Tuhan akan mengampuni budak-budak wanita yang dipaksa melakukan pelacuran oleh tuannya itu, selama mereka tidak mengulangi perbuatannya itu lagi.

Jadi jelas sudah bahwa menikah untuk oorang islam adalah sunnah dan untuk mencari fahala dan menetapi perintah Allah, menikah bukan karena selain itu, seperti rang-orang yang tidak punya pendirian itu punya 10 alasan menikah seperti ini :

  1. Karena si dia yang meminta
  2. Anda tergila-gila padanya
  3. Anda bisa mengubahnya
  4. Anda benci berkencan
  5. Anda merasa nyaman
  6. Anda hamil
  7. Anda sudah cukup umur
  8. Demi keamanan keuangan
  9. Tekanan lingkungan
  10. Anda menginginkan resepsi

Alasan menikah seperti ini tidak jelas, dan di luar taat Allah dan di luar sunah dalam pernikahan islam

Keutamaan Menikah dalam Islam

Inilah beberapa keutamaan menikah dalam islam

1. Niat yang ikhlas dan motivasi yang benar dalam menikah

menikah-islami

Menikah Islami

Pernikahan dalam konsep Islam adalah bagian dari ibadah kepada Allah, karena ia merupakan aplikasi dari perintah atau anjuran dalam ajaran Islam. Keutuhan ibadah dan kesempurnaannya sangat ditentukan oleh keikhlasan dan motivasi yang benar. Dalam hal ini Rasulallah SAW pernah bersabda:

“Siapa yang menikahi wanita karena kecantikannya saja, maka Allah tidak akan menambahkan melainkan keburukan. Siapa yang menikahi wanita karena hartanya, Allah tidak akan menambahkan kecuali kefakiran. Siapa yang menikahkan wanita karena nasabnya, Allah tidak akan menambahkan kecuali kehinaan. Siapa yang menikahi wanita karena ingin menjaga pandangannya dan kemaluannya maka Allah akan memberkahi keduanya … “

2. Tidak didahului dengan pacaran.

Pacaran bukanlah budaya Islam bahkan bertentangan dengan budaya Islam. Karena pada umumnya orang berpacaran hanyalah untuk melampiaskan nafsu dan menjadi peluang besar untuk melakukan maksiat. Dalam hadits Rasulallah SAW mengingatkan;

“Janganlah orang itu berduaan saja (lain jenis dan bukan mahram) karena yang ketiganya adalah syaitan”

“Demi Allah, memegang bara yang panas jauh lebih ringan dari pada menyentuh wanita yang bukan mahramnya”

Bukan berarti kita tidak dapat mengenal kepribadian calon pasangan kita. Karena Islam mengajarkan kita untuk selalu menjunjung kejujuran. Disamping itu kita bisa mengetahui kepribadian calon pasangan kita dengan informasi yang lebih akurat. Sebab orang apabila berada dihadapan orang yang dicintainya berusaha untuk menutupi kekurangannya.

3. Meminang (Khitbah)

tujuan-menikah

Tujuan Menikah

Apabila seorang sudah benar-benar siap untuk menikah dan sudah menemukan calonnya maka segeralah ia memberitahukannya dan memintanya kepada orang tuanya. Dan apabila orangtuanya sudah menerima pinangan, maka ia tidak boleh menerima pinangan lain dan orang lainpun tidak boleh meminangnya. Dan segerahlah untuk melakukan akad dalam waktu dekat.

Dalam meminang tidak ada aturan-aturan tertentu, karena pada intinya adalah meminta kesediaan orang tua untuk menikahkan anaknya. Adapun tukar cincin adalah bukan budaya Islam, tidak ada keharusan. Apalagi dalam pelaksanaannya melanggar aturan-aturan Islam. seperti menyentuh yang bukan mahramnya, prianya juga memakai cincin emas, seyogyanya tidak dilakukan. Adapun memberikan hadiah kepada calon mempelai sah-sah saja dan dibolehkan dalam Islam.

4. Akad Nikah

Kehalalan seorang perempuan (yang bukan mahram) untuk disentuh dan seterusnya adalah melalui akad nikah yang terdiri dari 4 syarat yaitu: Calon mempelai, wali, mahar dan ijab qobul. Dalam ijab qobul, ulama menganjurkan untuk dilakukan dengan bahasa arab yang intinya pada kalimat: “Ankahtuka wazawajtuka” lalu dijawab “Qobiltu nikahaha”. Hal ini mengingat pernikahan adalah ibadah. Namun ulama juga memberikan toleransi untuk menggunakan bahasa yang dimengerti oleh kedua belah pihak, termasuk adalah bahasa isyarat bagi yang tidak mampu berbicara. Dalam kasus yang anda tanyakan dalam hal ini sah manakala bahasanya dimengerti, tidak ada unsur penipuan.

5. Membina kehidupan Rumah tangga dengan nilai-nilai yang Islami

Setiap orang pasti menginginkan kehidupan rumah tangganya tentram, sakinah, mawaddah dan rahmah, dan untuk mewujudkan akan nilai tersebut Islam telah memberikan petunjuk dan ajarannya yang benar, dan bagi orang yang mengharapkan pernikahannya langgeng dan tercipta suasana kasih sayang maka perlu baginya mengikuti ajaran Islam tersebut, saling mengerti akan kewajiban suami terhadap istrinya dan sebaliknya, dan yang lebih inti lagi saling mewujudkan rasa percaya antara keduanya serta saling menasehati dalam kebaikan dan kebenaran. Sangat indah sabda Rasulullah SAW dalam mensifati rumah tangganya dengan : “rumahku adalah surgaku”. Karena perwujudan rumah tangganya yang berlandaskan ruh Islam.

Rukun Menikah Dalam Islam

Syarat Menikah dalam islam dan rukun yang harus di laksanakan dan di tetapi di antaranya adalah  :

asal-menikah

Asal Menikah

Rukun akad nikah dalam Islam ada tiga:

1. Adanya kedua mempelai yang tidak memiliki penghalang keabsahan nikah seperti adanya hubungan mahram dari keturunan, sepersusuan atau semisalnya. Atau pihak laki-laki adalah orang kafir sementara wanitanya muslimah atau semacamnya.

2. Adanya penyerahan (ijab), yang diucapkan wali atau orang yang menggantikan posisinya dengan mengatakan kepada (calon) suami, ‘Saya nikahkan anda dengan fulanah’ atau ucapan semacamnya.

3. Adanya penerimaan (qabul), yaitu kata yang diucapkan suami atau ada orang yang menggantikan posisinya dengan mengatakan, ‘Saya menerimnya.’ atau semacamnya.

Adapun syarat-syarat sahnya nikah adalah:

1. Masing-masing kedua mempelai telah ditentukan, baik dengan isyarat, nama atau sifat atau semacamnya.

2. Kerelaan kedua mempelai. Berdasarkan sabda Nabi sallallahu’alaihi wa sallam:

لاتُنْكَحُالأَيِّمُحَتَّىتُسْتَأْمَرَوَلاتُنْكَحُالْبِكْرُحَتَّىتُسْتَأْذَنَقَالُوايَارَسُولَاللَّهِوَكَيْفَإِذْنُهَا،قَالَأَنْتَسْكُتَ (رواهالبخاري،رقم 4741)

“Al-Ayyimu (wanita yang pisah dengan suaminya karena meninggal atau cerai) tidak dinikahkan mendapatkan perintah darinya (harus diungkapkan dengan jelas persetujuannya). Dan gadis tidak dinikahkan sebelum diminta persetujuannya (baik dengan perkataan atau diam). Para shahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana persetujuannya?’ Beliau menjawab, ‘Dia diam (sudah dianggap setuju).” (HR. Bukhori, no. 4741)

3. Yang melakukan akad bagi pihak wanita adalah walinya. Karena dalam masalah nikah Allah mengarahkan perintahnya kepada para wali.

FirmanNya, ‘Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu” (QS. An-Nur: 32)

Juga berdasarkan sabda Nabi sallallahu’alaihi wa sallam,

أَيُّمَاامْرَأَةٍنَكَحَتْبِغَيْرِإِذْنِوَلِيِّهَافَنِكَاحُهَابَاطِلٌفَنِكَاحُهَابَاطِلٌفَنِكَاحُهَابَاطِلٌ (رواهالترمذي،رقم 1021 وغيرهوهوحديثصحيح

“Wanita mana saja yang menikah tanpa izin dari walinya, maka nikahnya batal, maka nikahnya batal, maka nikahnya batal.” (HR. Tirmizi, no. 1021)

Dan hadits lainnya yang shahih.

4. Ada saksi dalam akad nikah.

Berdasarkan sabda Nabi sallahu’alaihi wa sallam,

لاَنِكَاحَإِلاَّبِوَلِيٍّوَشَاهِدَيْنِ  (رواهالطبراني،وهوفيصحيحالجامع 7558)

“Tidak (sah) nikah kecuali dengan kehadiran wali dan dua orang saksi.” (HR. Thabrani. Hadits ini juga terdapat dalam kitab Shahih Al-Jami’, no. 7558)

Sangat dianjurkan mengumumkan pernikahan. Berdasarkan sabda Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam, “Umumkanlah pernikahan kalian’ (HR. Imam Ahmad. Dihasankan dalam kitab Shahih Al-Jami’, no. 1072).

Adapun syarat untuk wali, sebagai berikut:

1.      Berakal.

2.      Baligh.

3.      Merdeka (bukan budak).

4.      Kesamaan agama. Maka tidak sah wali kafir untuk orang Islam laki-laki dan perempuan. Begitu pula tidak sah perwalian orang Islam untuk orang kafir laki-laki atau perempuan. Adapun orang kafir menjadi wali bagi wanita kafir adalah, meskipun berbeda agamanya. Dan orang yang keluar dari agama (murtad) tidak bisa menjadi wali bagi siapapun.

5.      Adil, bukan fasik. Sebagian ulama menjadikan hal ini sebagai syarat, tapi sebagian lain mencukupkan dengan syarat sebelumnya. Sebagian lagi mencukupkan syarat dengan kemaslahatan bagi yang diwalikan untuk menikahkannya.

6.      Laki-laki.

Berdasarkan sabda Nabi sallallahu’alaihi wa sallam,

لاتُزَوِّجُالْمَرْأَةُالْمَرْأَةَوَلاتُزَوِّجُالْمَرْأَةُنَفْسَهَافَإِنَّالزَّانِيَةَهِيَالَّتِيتُزَوِّجُنَفْسَهَا (رواهابنماجة،رقم 1782 وهوفيصحيحالجامع 7298)

“Wanita tidak (dibolehkan) menikahkan wanita lainnya. Dan wanita tidak boleh menikahkan dirinya sendiri. Karena wanita pezina adalah yang menikahkan dirinya sendiri.”  (HR. Ibnu Majah,  no. 1782. Hadits ini terdapat dalam Shahih Al-Jami, no. 7298)

7.      Bijak, yaitu orang yang mampu mengetahui kesetaraan (antara kedua pasangan) dan kemaslahatan pernikahan.

Para wali harus berurutan menurut ahli fiqih. Maka tidak dibolehkan melewati wali terdekat, kecuali jika wali terdekat tidak ada atau tidak memenuhi syarat. Wali seorang wanita adalah bapaknya, kemudian orang yang diwasiatkannya untuk menjadi walinya, lalu kakek dari bapak sampai ke atas, lalu  anak laki-lakinya, lalu cucu sampai ke bawah. Kemudian saudara laki-laki sekandung,  berikutnya saudara laki-laki seayah, kemudian anak dari keduanya.  Kemudian paman sekandung, lalu paman sebapak, kemudian anak dari keduanya. Kemudian yang terdekat dari sisi keturunan dari asobah seperti dalam waris. Kemudian penguasa muslim (dan orang yang menggantikannya seperti Hakim) sebagai wali bagi yang tidak mempunyai perwalian.

Mudah-mudahan muda-mudi yang menikah dalam islam selalu di berkahi dan mendapat rahmat Allah. Aamiiiin.

Pos ini dipublikasikan di FIQH dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s