Tauhid Rububiyah Tauhid Uluhiyah Tauhid Asma Wasifat


Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah, Tauhid Asma Wasifat

Sebelum kita membahas tentang Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah, Tauhid Asma Wasifat, saya akan meneruskan tentang makna kalimat Lailahaillallah adalah kalimat tauhid yang murni, Lailahaillallah kewajiban yang paling besar yang telah allah wajibkan kepad hambanya. Lailahaillallah  didalam agama seperti kedudukan kepala pada jasad. di antara keutamaan kalimat Lailahaillallah  adalah :

tauhid-rububiyah-dan-uluhiyyah

tauhid rububiyah dan uluhiyyah

Hadits yang di riwayatkan Imam Bukhori dari abdullah bin Umar :

 عَنِ ابْنِ عُمَرَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ * رواه البخاري

Artinya : Dari Abdullah bin Umar berkata, Rasulullah SAW berkata : Islam di bangun atas lima azas yaitu menyaksikan bahwa tidak ada tuhan yang berhaq di sembah kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad itu Rasulullah, menetapi sholat, mendatangkan zakat, hajji dan puasa romadhon.

خير ما قلت أنا والنبيون من قبلي: لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير * رواه الترمذي

Artinya : Sebaik-baiknya apa yang ku ucapkan dan apa yang di ucapkan para nabi sebelumku yaitu ucapan tidak ada tuhan yang berhak di sembah selain Allah, dengan esaNya Allah tidak ada yang menyekutukan, kerajaan milik Allah, pujian milik Allah, Allah kuasa pada segala sesuatu.

Apa sih makna Lailahaillallah

Para ulama berpendapat bahwa makna Lailahaillallah ada yang menjelaskan terbagi menjadi dua ada yang menjelaskan terbagi menjadi tiga :

 فقال العلماء إنه: لا معبود يستحق العبادة إلا الله، فهي تتكون من ركنين

أساسيين، الأول: نفي الألوهية الحقيقية عن غير الله سبحانه، والثاني: إثبات الألوهية الحقيقية له سبحانه دون من سواه.

Ulama mengatakan makna Lailahaillallah adalah tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah itu terbagi menjadi dua sifat :

Sifat yang pertama adalah :

tauhid-rububiyah-dan-uluhiyah

pengertian tauhid rububiyah dan uluhiyah

 Meniadakan sesembahan dari selain Allah Subhanah.

Sifat yang ke dua Adalah :

Menetapkan sesembahan yang haq adalah Allah dari selain Allah SWT.

Atau Istilah lain adalah :

  1. Tauhid Rububiyah
  2. Tauhid Uluhiyyah
  3. Tauhid Asma’ wa Sifat

Tauhid Rububiyah

Kalimat tauhid adalah mengetahui, berikrar, mengakui dan mempercayai bahwa sesungguhnya sembahan yang benar dan berhak disembah ialah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Selain Allah, sama sekali tidak benar dan tidak berhak disembah. Penghayatan kalimat tauhid rububiyah itu meliputi berikrar dengan hati, menyatakan dengan lidah dan membuktikan dengan perbuatan. Tauhid ar-Rububiyyah adalah beri’tiqad bahwa Allah SWT  bersifat Esa, Pencipta, Pemelihara dan Tuhan seluruh alam.

Fakta yang menunjukkan Allah itu Maha Esa dan tiada sesuatu menyamai Allah dari keRububiyyah :

pengertian-tauhid-rububiyah-dan-uluhiyah

pengertian tauhid rububiyah

1.  Papan tulis hitam, sudah pasti ada yang menulisnya. Orang yang berakal waras akan mengatakan bahwa setiap sesuatu pasti ada pembuatnya.

2. Semua benda di alam ini, dari paling kecil hingga paling besar, menyaksikan bahwa Allah itu adalah Rabb al-’Alamin. Dia berhak ke atas semua kejadian di alam ini.

3. Susunan alam yang mengagumkan, indah dan tersusun rapi adalah bukti Allah Maha Pencipta. Jika alam boleh berkata, dia akan mengatakan bahwa dirinya makhluk ciptaan Allah. Orang yang berakal waras akan berkata bahwa alam ini dijadikan oleh satu Zat Yang Maha Berkuasa, yaitu Allah. Tidak ada orang yang berakal waras akan menyatakan bahwa sesuatu itu boleh berlaku dengan sendiri.

Tauhid Uluhiyah

Tauhid Uluhiyah ialah kita mentauhidkan Allah dalam peribadatan atau persembahan. Allah SWT mengutuskan para rasul bertujuan menyeru manusia  menerima Tauhid al-Uluhiyyah.

 Firman-firman Allah SWT yang berikut membuktikan hal tersebut:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ * سورة الانبياء 25

Artinya : Dan Kami tidak mengutuskan seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya bahawasanya tiada tuhan melainkan Aku, maka kamu sekalian hendaklah menyembah Aku.

Tauhid Asma’ Wa Sifat

pengertian-tauhid-rububiyah

tauhid uluhiyah

Tauhid Asma’ Wa Sifat  yaitu beriman kepada nama-nama Allah dan sifat-sifatNya, sebagaimana yang diterangkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah RasulNya Shallallaahu alaihi wa Salam menurut apa yang pantas bagi Allah Subhannahu wa Ta’ala, tanpa ta’wil dan ta’thil, tanpa takyif, dan tamtsil, berdasarkan firman Allah Subhannahu wa Ta’ala :

فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ * سورة السورى 11

Artinya : (Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.

Allah menafikan jika ada sesuatu yang menyerupaiNya, dan Dia menetapkan bahwa Dia adalah Maha Mendengar dan Maha Melihat. Maka Dia diberi nama dan disifati dengan nama dan sifat yang Dia berikan untuk diriNya dan dengan nama dan sifat yang disampaikan oleh RasulNya. Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam hal ini tidak boleh dilanggar, karena tidak seorang pun yang lebih mengetahui Allah daripada Allah sendiri, dan tidak ada sesudah Allah orang yang lebih mengetahui Allah daripada RasulNya.

Maka barangsiapa yang meng-ingkari nama-nama Allah dan sifat-sifatNya atau menamakan Allah dan menyifatiNya dengan nama-nama dan sifat-sifat makhlukNya, atau men-ta’wil-kan dari maknanya yang benar, maka dia telah berbicara tentang Allah tanpa ilmu dan berdusta terhadap Allah dan RasulNya.

Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman:

… فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا * سورة الكهف 15

Artinya : “Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?”

Maka beruntung jika orang iman bisa memahami apa itu Tauhid Rububiyah Tauhid Uluhiyah Tauhid Asma Wasifat sehingga pengakuan islam mereka benar-benar sempurna, maksudnya dia mengaku islam tapi sebenarnya sudah kelaur dari islam itu sendiri.

Pos ini dipublikasikan di FIQH dan tag , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s