Masjid Agung al Barkah Bekasi


Masjid Agung al Barkah Bekasi, Ikon Kota yang Representatif

MASJID yang terletak di Jalan Veteran, kawasan alun-alun, di pusat pemerintahan Kota Bekasi, ini seakan menjadi ikon Kota Bekasi. Kubah berukuran besar ditambah dua menara yang cukup tinggi menjulang ke langit menjadi ciri khas masjid Agung yang lokasinya berseberangan dengan Rumah Sakit Daerah Kota Bekasi.

Masjid-Agung-al-Barkah-Bekasi

MAsjid Agung Bekasi

Arsitektur masjid mengadopsi masjid Timur Tengah yang disublimasi dengan unsur tropis. Masjid di Timur Tengah umumnya tidak mengenal teras atau kanopi. Tetapi karena iklim Indonesia tropis, masjid membutuhkan kantilever dan kanopi agar air hujan tidak tempias ke dalam masjid, maka kemudian masjid ini dilengkapi dengan teras.

Delapan daun pintu dari kayu jati berukir kaligrafi mencerminkan 8 pintu menuju surga. Daun pintu tersebut terbuat dari kayu jati yang dipesan langsung dari Jepara, Panitia pembangunan Masjid bahkan datang langsung ke Jepara untuk memilih kayu yang benar-benar bagus dari pohon yang sudah berusia di atas 90 tahun. Kubah masjid memiliki diameter 18 meter dan dibawahnya bertuliskan 99 Asma’ul Husna.

Tiang-tiang masjid dilapisi kayu untuk memberi kesan hangat. Ini diadopsi dari Masjid Agung Demak yang dibuat dari kayu. Juga terdapat elemen floral dan ornamen Islam seperti bintang atau bentuk segi delapan yang umum banyak dipakai pada bangunan masjid. Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi dilengkapi tempat thaharah, gedung pertemuan dan tempat majelis taklim, perpustakaan, kantor ta’mir dan kantor remaja masjid, taman, plaza dan area Parkir.

Arsitektur masjid tidak lepas dari simbolisasi Islam, setiap detil bangunan memiliki arti. Simbolisasi Islam bisa kita jumpai pada 4 buah menara yang memiliki arti 4 tiang ilmu, yakni bahasa Arab, syariah, sejarah dan filsafat. Serta syarat hidup bahagia yakni aqidah, akhlak, syariah dan ibadah. Tiga bagian bentuk dasar bangunan menara mencerminkan iman, Islam dan ikhsan, sedangkan ketinggian menara 35 meter diambil dari salah satu surat Al-qur’an.

Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi, dibangun tahun 1890 dipelopori oleh Penghulu Lanraad (Alm) H. Abdul Hamid, diatas tanah wakaf dari (Alm) Haji Barun, seluas 3000 m2 yang terletak di Jalan Veteran. Bangunan yang belum mencirikan bangunan sebuah masjid pada umumnya.

Tahun 1967 bangunannya direhab menjadi bentuk masjid oleh Bupati Bekasi Subandi (ketika itu Kota Bekasi masih menjadi bagian dari Kabupaten Bekasi). Subandi yang merupakan Bupati Bekasi pertama asal Kampung Gabus Kabupaten Bekasi itu, melibatkan setiap jiwa warga Kabupaten Bekasi turut berpartisipasi menyumbang pembangunan masjid ini sebesar Rp 1,-.

Dalam kemajuan yang terjadi di Bekasi, oleh Bupati Bekasi H Abdul Fatah, pada 1985 kembali dilakukan pembangunan. Bangunannya pada bagian depan masih menggunakan awning berwarna-warni yang saat itu sangat banyak diminati masyarakat dalam setiap melaksanakan pembangunan. Dan saat itu pulalah masjid ini ditetapkan menjadi Masjid Agung Al Barkah Kabupaten Bekasi.

Dengan ditetapkan sebagai Masjid Agung, Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi mulai campur tangan dalam pembangunannya. Pembangunan di tahun 1985 menghabiskan biaya Rp 225 juta. Pada 1997 Pemerintah Kabupaten Bekasi saat bupatinya dijabat Muh Djamhari kembali melakukan pembangunan dengan tambahan biaya Rp 100 juta.

Pada saat Kota Bekasi terbentuk tahun 1997 dan terpisah dari Kabupaten Bekasi di zaman Walikota dijabat H Achmad Zurfaih yang merupakan putra asli Bekasi, perhatian pemerintah daerah semakin besar dalam membangun masjid yang kini menjadi kebanggaan kota Bekasi. Mulai tahun 2004 hingga 2008, pembangunan besar-besaran pun dilakukan.

Persiapan pembangunan masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi ini mulai dilakukan tahun 2003 dengan penataan ulang tata ruang alun-alun, jalan dan fasilitas lain yang ada. Masjid dirancang lebih modern, namun tetap mencirikan arsitektur Timur Tengah. Ada keinginan dari walikota saat itu untuk menghadirkan sebuah masjid agung yang referesentatif dan menjadi ikon Kota Bekasi. Masjid yang juga dapat dimanfaatkan sebagai area publik, dimana orang bisa ibadah dan menikmati pesona taman kota.

Pos ini dipublikasikan di MASJID dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s