Suami Isteri Bahagia


Kehidupan Suami isteri

Setelah menikah status kita akan berubah menjadi suami isteri, yang tadinya bujangan akan menjadi suami, yang tadinya seorang cewek menjadi istri. Bagi muda mudi islam adalah sebuah kehormatan ketika telah menjadi pasangan suami isteri, ketika keadaan bujangan.

Banyak sekali keadaan yang di rasakan ketika masih keadaan pengantin baru, ada penyakit yang tiba-tiba datang pada saat pengantin baru ini, yaitu gastritis akut. Dikenal dengan penyakit maag. Hal ini disebabkan istri sering terlambat makan, lantaran selalu menunggu sang suami tercinta datang dari mencari nafkah untuk bisa makan berdua. Untuk mencegah datangnya penyakit maag ini, sebaiknya makan tepat waktu, atau saat perut sudah merasa lapar. Kalau menghendaki makan bersama suami, makanlah dengan porsi sedikit lebih dahulu, atau makan camilan untuk mengusir rasa lapar tersebut, kemudian bisa diulangi lagi pada saat suami datang. Hati-hati bagi mereka yang sebelumnya sudah terkena penyakit ini, sebaiknya lebih dijaga supaya penyakit tersebut tidak lebih parah.

 Selain pihak istri, sang suami pun setelah menikah terkadang mengalami kecemasan berlebihan. Ini biasa terjadi pada mereka yang mengalami ejakulatio dini (keluar mani lebih awal). Hal ini tidaklah perlu dikhawatirkan, karena kondisi tersebut masih dalam keadaan normal sebagai pengantin baru.

Tanggung Jawab Suami isteri

Ketika telah sah menjadi suami isteri maka sang suami mempunyai  beberapa tanggung jab di antaranya :

  1. Memberi nafkah zahir dan batin

    gambar-suami-istri

    gambar suami istri

  2. Membayar mas kahwin kepada isteri
  3. Memberi layanan yang baik
  4. Menjaga maruah/rahasia isteri
  5. Memberi didikan agama
  6. Memberi bimbingan dan tunjuk ajar
  7. Menjaga dari sebarang ancaman
  8. Adil terhadap semua isteri

Secara umum suami adalah pemimpin bagi rumah tangga, Allah berfirman dalan Al-Quran Surat An-Nisa :

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا * النساء – الآية 34

Artinya : Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

doa-berhubungan-suami-istri

doa berhubungan suami istri

Maksudnya : Tidak berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya.

Maksudnya : Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik.

Nusyuz : yaitu meninggalkan kewajiban bersuami isteri. Nusyuz dari pihak isteri seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya.

Maksudnya : untuk memberi pelajaran kepada isteri yang dikhawatirkan pembangkangannya haruslah mula-mula diberi nasehat, bila nasehat tidak bermanfaat barulah dipisahkan dari tempat tidur mereka, bila tidak bermanfaat juga barulah dibolehkan memukul mereka dengan pukulan yang tidak meninggalkan bekas. Bila cara pertama telah ada manfaatnya janganlah dijalankan cara yang lain dan seterusnya.

SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Abu Hatim mengetengahkan dari Hasan, katanya, “Seorang wanita datang kepada Nabi saw. mengadukan suaminya karena telah memukulnya, maka sabda Rasulullah saw., ‘Berlaku hukum kisas,’ maka Allah pun menurunkan, ‘Kaum lelaki menjadi pemimpin atas kaum wanita…’ sampai akhir ayat.” (Q.S. An-Nisa 34.) Demikianlah wanita itu kembali tanpa kisas. Ibnu Jarir mengetengahkan pula dari beberapa jalur dari Hasan, yang pada sebagiannya terdapat bahwa seorang laki-laki Ansar memukul istrinya, hingga istrinya itu pun datang menuntut kisas. Nabi saw. pun menitahkan hukum kisas di antara mereka, maka turunlah ayat, “Dan janganlah kamu mendahului Alquran sebelum diputuskan mewahyukannya bagimu.” (Q.S. Thaha 114) dan turunlah ayat, “Kaum lelaki menjadi pemimpin kaum wanita…” Dan dikeluarkan pula yang serupa dengan ini dari Ibnu Juraij dan Saddiy. Ibnu Murdawaih mengetengahkan juga dari Ali, katanya, “Seorang laki-laki Ansar datang kepada Nabi saw. dengan membawa istrinya, maka kata istrinya, ‘Wahai Rasulullah! Dia ini memukul saya hingga berbekas pada wajah saya.’ Jawab Rasulullah, ‘Tidak boleh ia berbuat demikian’, maka Allah swt. pun menurunkan ayat, ‘Kaum lelaki menjadi pemimpin kaum wanita…sampai akhir ayat.’ (Q.S. An-Nisa 34) Maka hadis-hadis ini menjadi saksi, yang masing-masingnya menguatkan yang lainnya.”

hubungan-suami-istri-dalam-islam

bersentuhan suami istri membatalkan wudhu

Jadi walau bagaimanapun seorang suami tetap pemimpin, contoh bila yang kerja adalah istrinya, istri berkewajiban taat kepada suami jangan di balik, karena yang kerja istri malah suami taat sama istri, kalau antara suami isteri mengerti akan hak dan kewajibannya maka rumah tangga akan berjalan tentram dan adem ayem.

Tanggung Jawab Suami isteri ( untuk Isteri )

Isteri sebagai bagian dari rumah tangga, di akhirat juga akan di tanya tentang kehidupan suami isteri mereka, apakah telah menyelesaikan kewajiban masing-masing apa tidak , beberapa kewajiba isteri adalah :

  1. Menjaga maruah/rahasia suami
  2. Memberi layanan yang baik
  3. Memuaskan hati suami  dan menyenangkan pada bila-bila masa
  4. Menjaga dan membelanjakan harta suami dengan sebaiknya
  5. Tidak keluar rumah tanpa izin
  6. Tidak mendedahkan kelemahan suami

Beberapa hal yang perlu di perhatikan oleh istri terhadap suami di antaranya :

  1. Sentiasa taat kepada Allah.

    suami-istri-bersentuhan-setelah-wudhu

    suami istri wudhu batal

  2. Patuh kepada suami dan memelihara kehormatannya.
  3. Menyenangkan hati suami.
  4. Pergi ke mana-mana setelah mendapat keizinan suami.
  5. Tidak mudah menerima tetamu tanpa keizinan suami.
  6. Pandai melayani suaminya dan anak-anaknya.
  7. Tidak suka mengomel.
  8. Suka hidup sederhana.
  9. Tidak boros berbelanja.
  10. Tidak suka berhutang.
  11. Tidak suka mengumpat.
  12. Memelihara kehormatan diri dan keturunannya

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ المَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا * رواه الترمذي – حسن صحيح

Artinya : Nabi bersabda, jika aku orang yang memerintahkan seseorang supaya sujud kepada seseorang niscahya aku akan memerintahkan seorang istri untuk sujud kepada suami.

لَوْ كُنْتُ آمُرُ أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ، لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا، وَلَا تُؤَدِّي الْمَرْأَةُ حَقَّ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْهَا كُلَّهُ، حَتَّى تُؤَدِّيَ حَقَّ زَوْجِهَا عَلَيْهَا كُلَّهُ، حَتَّى لَوْ سَأَلَهَا نَفْسَهَا وَهِيَ عَلَى ظَهْرِ قَتَبٍ لَأَعْطَتْهُ إِيَّاهُ * في مسند احمد

Artinya : Jika aku adalah orang yang menyuruh sujud seseorang pada seseorang yang lain, pasti aku akan memerintahkan istri supaya sujud kepada suami, dan itupun istri belum menyampaikan seluruh kewajibanya kepada suami, sehingga dia mendatangkan seluruh haknya suami, sehingga jika suami meminta dirinya walaupun di atas sekedup kemudian istri memberikan haknya kepada suami.

Insya Allah bila suami isteri memahami dan mengamalkan kewajiban antara suami isteri maka akan tercipta kehidupan sakinah, mawaddah, warohmah.

suami-istri-wudhu-batal

suami istri bersentuhan setelah wudhu

Pos ini dipublikasikan di MASJID dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s