Macam-macam Tasamuh atau Toleransi


Macam-macam Tasamuh atau Toleransi

Toleransi / tasamuh terdiri dari dua macam yaitu : toleransi terhadap sesama muslim dan toleransi terhadap selain muslim.

tasamuh-dalam-islam

Tasamuh Dalam Islam

a.    Toleransi terhadap sesama muslim merupakan suatu kewajiban, karena di samping sebagai tuntutan sosial juga merupakan wujud persaudaraan yang terikat oleh tali aqidah yang sama. Bahkan dalam hadits nabi dijelaskan bahwa seseorang tidak sempurna imannya jika tidak memiliki rasa kasih sayang dan tenggang rasa terhadap saudaranya yang lain.

“Tidak sempurna iman seseorang di antara kamu, sehingga mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri. ” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sikap toleran dan baik hati terhadap sesama terlebih lagi dia seorang muslim pada akhirnya akan membias kembali kepada kita yaitu banyak memperoleh kemudahan dan peluang hidup karena adanya relasi, disamping itu Allah akan membalas semua kebaikan kita di akhirat kelak.

b.      Adapun toleransi terhadap non muslim mempunyai batasan tertentu selama mereka mau menghargai kita, dan tidak mengusir kita dari kampung halaman. Mereka pun harus kita hargai karena pada dasarnya sama sebagai makhluk Allah SWT.

Bersikap tasamuh bukan berarti kita toleran terhadap sesuatu secara membabi buta tanpa memiliki pendirian, tetapi harus diba-rengi dengan suatu prinsip yang adil dan membela kebenaran. Kita tetap harus tegas dan adil jika dihadapkan pada suatu masalah baik menyangkut diri sendiri, keluarga ataupun orang lain. Walaupun ke-putusan tersebut akan berakibat pahit pada diri sendiri. Dalam ajaran islam  keadilan ditegakkan tanpa memandang bulu baik rakyat jelata maupunraja harus tunduk kepada hukum dan ajaran Allah SWT. Jika ia melanggar harus menerima segala konsekwensinya.

Bentuk- bentuk tasamuh dalam kehidupan bermasyarakat, antara lain :

1.      Tidak menggangu ketenangan tetangga, Rasulullah SAW bersabda :

Demi Allah tidak beriman, Demi Allah tidak beriman, Demi Allah tidak beriman,. Saat itu beliau ditanya “ Ya Rasullah siapakah yang tidak beriman itu “Rasulullah saw Bersabda ‘ (yakni) orang yang tetangganya tidak merasa nyaman karena gangguannya. (H.R. Bukhori)

Hadits tersebut  menjelaskan bahwa pengakuan iman seseorang tidak sempurna apabila masih suka menganggu ketenagan tenangganya, baik dengan ucapan yang jelek maupun perbuatan.

2.      Tidak melarang tetangga apabila ingin memanam pohon dibatas kebunnya Rasulullah saw Bersabda :

Artinya : Janganlah seorang tetangga melarang tetangganya apabila ia ingin menanam pohon dibatas kebunnya. (H.R. Bukhari)

3.      Menyukai sesuatu untuk tetangganya, sebagaimana ia suka untuk dirinya sendiri.

Artinya : Demi Dzat yang aku berada di dalam kekuasannya, tidaklah seorang beriman sehingga ia menyukai buat tetangganya atau saudara sesuatu yang ia sukai buat dirinya sendiri (H.R. Muslim).

Ø  Dampak positif perilaku tasamuh dalam kehidupan bermasyarakat

-          Memuaskan batin orang lain karena dapat mengambil haknya sebagaimana mestinya.

-          Kepuasan batin yang tercermin dalam raut wajahnya menjadikan semakin eratnya hubungan persaudaraan dengan orang lain.

-          Eratnya hubungan baik dengan orang lain dapat memperlancar terwujudnya kerjasama yang baik dalam kehidupan bermasyarakat.

-          Dapat memperluas kesempatan untuk memperoleh rezeki karena banyak relasi.

Ø  Membiasakan diri bersikap tasamuh

Untuk memiliki  sikap tasamuh dalam kehidupan, perlu memperhatian beberapa hal sebagai berikut :

-          Berusaha untuk menghormati orang lain, walaupun dirinya ingin dihormati

-          Berusaha menghargai kelebihan yang dimiliki orang lain walaupunsendiri memiliki kelebihan.

-          Tidak selalu melihat kekurangan orang lain tanpa mengingat kekurangan dirinya.

C.  Tasamuh dalam kehidupan beragama

Islam mendidik ummatnya untuk bersikap tasamuh seperti yang terdapat dalam ayat berikut ini.

Artinya : Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.” (Q.S. Al-Kafirun : 6)

Masing-masing penganut agama mempercayai bahwa  agama yang dianutnya paling baik dan benar. Pengakuan yang demikian itu menjadi hak bagi masing-masing agama. Tidak boleh memperolok agama yang dianut orang lain keduabelah pihak harus dapat saling menghargai dan menghormati hak orang lain dengan menjaga kerukunan antar umat beragama.

Ø  Kerukunan antar umat islam

Saat ini dalam agama islam berkembang berbagai macam paham dal aliran. Walaupun demikian antara muslim yang satu dengan muslim yang lainnya tetap merupakan saudara. Munculnya aliran yang berbeda-beda dari perbedaan penafsiran karena penguasaan ilmu yang mendukung penafsiran itu berbeda. Akan tetapi umat islam harus menjunjung tinggi persaudaraan karena yang mengikat persaudaraan diatara mereka adalah islam. Dalam hadits Rasulullah saw Bersabda :

Artinya : Perumpamaan orang islam didalam sayang menyayangi dan kasih mengasihi adalah bagaikan satu tubuh yang apabila ada salah satu anggota yang sakit maka anggota tubuh yang lain akan merasakannya yaitu tidak bisa tidur dan merasa demam (H.R. Muslim)

Salah satu wujud kerukunan adalah adanya kemauan untuk saling membantu, menolong dan saling menghargai satu sama lain.

Ø  Kerukunan umat islam dengan umat beragama lain

Islam merupakan agama yang mempunyai tolerasi tinggi terhadap golongan yang beragama lain. Dakwa islam tidak boleh dilaksanakan dengan cara kekerasan dan paksaan akan tetapi harus dengan cara yang damai Firman Allah swt dalam Q.S Al-Baqarah Ayat 256 :

Artinya : Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya Telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghutb dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia Telah berpegang kepada buhul tali yang amat Kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.

Dalam hal bekerja sama dengan orang yang beragama lain, islam membatasi pada hal-hal yang berkaitan dengan masalah kedunyaan seperti dibidang sosial, budaya, ekonomi dan politik sedangkan hal yang berkaitan dengan masalah aqidah dan ibadah islam melarang kerja sama.

Kita dilarang mendoakan dan memintakan ampunan kepada Allah swt untuk orang yang beragama lain walaupun orangtua atau anak sendiri kita tidak boleh mendahului salam kepada orang yang beragama lain. Apabila mereka memberi salam kepada kita cukup menjawabnya wa’alaikum. Rasulullah SAW bersabda yang artinya : “Apabila ahli kitab mengucapkan salam kepadamu maka jawablah dengan wa’alaikum (H.R.Bukhori)

Dari penjabaran dan penjelasan diatas maka penulis dapat penulis dapat menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan tasamuh adalah suatu sikap yang senantiasa saling menghargai dan menghormati sesama manusia. Tasamuh disebut juga dengan toleransi tasamuh atau toleransi dibagi menjadi dua macam yaitu :

1.      Toleransi terhadap sesama muslim

2.      Toleransi terhadap non muslim

Bentuk-bentuk tasamuh dalam kehidupan bermasyarakat, antara lain :

a.       Tidak menggangu ketenagan tetangga

b.      Tidak melarang tetangga apabila ia ingin menanam pohon di batas kebunnya.

c.       Menyukai sesuatu untuk tetangganya, sebagaimana ia suka untuk dirinya sendiri

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di TEORI DAKWAH dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Macam-macam Tasamuh atau Toleransi

  1. LDII Kediri berkata:

    apalagi tasamuh sesama muslim,,, yang notabenenya sama2 umat islam,, yg cuma berlainan pendapat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s