Ilmu Fiqh


Ilmu Fiqh

Fiqh menurut bahasa mempunyai pengertian yang lebih luas dari pada ilmu, karena fiqih menurut bahasa mempunyai arti :pemahaman ( idrok) , yang bisa mencakup pemahaman terhadap ilmu dan yang lainya. Sedangkan fiqih menurut makna syar’I memepunyai pnegertian yang lebih sempit dari pada ilmu, karena setiap fiqih itu pasti merupakan ilmu, sedangkan setiap ilmu belum tentu fiqih,.Karena ilmu itu mempunyai cabangan yang sangat banyak sekali, antara lain ;ilmu fiqih, ilmu nahwu, ilmu shorf, ilmu mantiq ,,dsb.

ilmu fiqih islam lengkap

ilmu fiqih islam lengkap

Ilmu adalah“ pemahaman tentang perkara yang bisa di ketahui dan sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya “.

Seperti pemahaman tentang perkara  yang bisa di ketahui dan sesuai dengan kenyataan  yang sebenarnya”.

Seperti pemahaman tentang hakekat manusia , yang di definisakan sebagai hayawan Nathiq ( binatang yang bisa berfikir ). Pemahaman ini ternyata sesuai dengan hakekat manusia yang sebenarnya.

Contoh lain :pemahaman tentang hakekat kuda , yang di definisakan sebagai : Hayawan Shohil ( hewan yang bisa meringkik ). Dan ternyata pemahaman ini sesuai dengan hakekat kuda yang sebenarnya.

Pemahaman tentang sesuatu, jika tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya ,tidak bisa di sebut ilmu, seperti pemahaman orang-orang yahudi tentang nabi uzair yang menurut mereka di yakini sebagaimana  allah Swt.

Idrok yang di maksudkan pada definisi ilmu di atas adalah idrok jazim, yaitu suatu pemahaman yang mantap( yaqin ). Dengan demikian ,dhonn ( dugaan ), syakk ( keraguan ) dan Wahm ( angan-angan ) tidak tercakup dalam definisi ilmu.

Ilmu yang  berkaitan dengan hakekat sesuatu menurut ulama mantiq disebut dengan istilah Tashowwur, seperti pemahaman tentang hakekat manusia yang di Tashowwurkan dengan definisi Hayawan Nathiq.

Sedangkan ilmu yang  berkaitan dengan penetapan hukum  terhadap sesuatu ,  di sebut dengan Tashdiq , seperti ; pemahaman tentang bumi itu bulat, penetapan hukum bulat terhadap bumi ini, di kalangan ulama manthiq ( manathiqoh ) di sebut dengan isitlah tashdiq.

Jahl adalah memahami sesuatu, namun tidak sesuai dengan kenyataan  yang sebenarnya. Seperti contoh ; pemahaman para ahli filsafat tentang alam – yakni segala sesuatu selainya Allah , yang  menurut mereka di hukumi qodim.

Sebagian ulama mensifati Jahl semacam ini dengan Murokkab( disebutj ahl Murokkab ). Sedangkan Jahl Bashit  di definisikan dengan“ dengan tidak mengerti sama sekali terhadap sesuatu”.

Ilmu Dloruri adalah ilmu yang di peroleh dengan tanpa berfikir dan tanpa menggali dalil, seperti ilmu yang di tangkap oleh salah satu dari Indera Dhohir.Yaitu :pendengaran, penglihatan, peraba, pembau dan perasa. Karena sesuatu yang di hasilkan oleh panca indra ini, langsung bisa dirasakan dengan tanpa berfikir dan tanpa dalil.

Adapun mengenai pengertian Ilmu Muktasab adalah ilmu yang dihasilkan melalui proses berfikir dan pencarian dalil, sebagaimana ilmu tentang alam yang di hukumi baru datang, dengan melalui proses  berfikir tentang Alam dan apa yang kita saksikan dari perubahan-perubahan yang terjadi pada alam, kemudian kita bisa menyimpulkan dari perubahan-perubahan itu, bahwa alam itu baru datang.

An-Nadhor adalah ilmu berfikir tentang keadaan dari perkara  yang difikirkan, agar sampai kepada apa yang di cari.

Dengan demikian ,tujuan dari Nadhor dan Istidlal adalah sama.

Dalil adalah sesuatu yang menunjukan kepada perkara yang sedang di cari, karena sesungguhnya dalil itu merupakan bukti dari perkara yang sedang di carinya.

Penjelasan :

Ilmu para makhluk terbagi menjadi dua macam yaitu :

  1. Dloruri
  2. Muktasab ( Nadhori )

Pengertian ilmu dloruri adalah :

‘ilmu yang diperoleh dengan tanpa berfikir dan tanpa menggali ldalil”.

Semisal :warna biru langit  yang di tangkap oleh mata, bau harum bunga yang tercium oleh alat pembau, sifat kasar atau halus dari suatu benda yang di rasakan oleh alat peraba atau rasa asin ,dsb.

Semua itu di tangkap oleh panca indra dengan tanpa melalui  proses berfikir atau pencarian dalil terlebih dahulu. Oleh karena ilmu yang di tangkap oleh indera ini bersifat pasti dan tidak bisa di tolak oleh siapapun, maka di sebut ilmu dloruri.

Sedangkan ilmu nadlori adalah : “ ilmu yang dihasilkan melalui proses berfikir dan pencarian dalil “. Semisal ilmu tentang alam, yang dihasilkan melaului proses berfikir tentang alam dan fenomena alam yang selaulu berubah-rubah, kemudian disimpulkan bahwa alam itu merupakan sesuatu yang baru datang, bukan sesuatu yang qodim, karena segala sesuatu yang mengalami perubahan dari waktu kewaktu itu, pasti merupakan perkara baru datang.

Dari berfikirtentangalam, kemudianberusahauntukmencaribukti-bukti yang mengarahkepadasebuahkesimpulantentangbarudatangnyaalam, denganberdasarkanbukti – bukti yang di temukan.

Berfikirtentangalamdanfenomenanya yang terjadipadaalaminimenurutistilah di sebutdengan an-nadhor.Sedangkanupaya-upaya untuk mencari bukti tentangbarudatangnyaalaminidisebutdenganistidalal.Kemudianbukti-buktiberupaperubahan-perubahan yang terjadipadaalamini di sebutdenganDalil.Sedangkankesimpulan yang sedangdicariyaknitentangbarudatangnyaalam di sebut al-mathlub.

Diatastadikitamemabhastentangidrokjazim( ilmupemahamanberdasrkankeyakinan ), sekarangkitasedikitmenyinggungtentangidrokghoirujazim ( ilmupemahaman yang masihmungkinberubah-ubah ), yakni : dhonndansyakk.

Dhonnadalah :menganggapmungkinatasterjadinyaduaperkara, di manasalahsatu di antara keduanya lebih kuat dari pada yang  lain, menurut pandangan orang yang punya anggapan”.

Semisal :cuaca terlihat mendung, yang memungkinkan anatara terjadinya hujan dan tidakterjadihujan, namundariduakemungkinantersebut yang lebihkuatadalahakanturunhujan.

Pengertiansyakkadalah :menganggapmungkinatasterjadinyaduaperkaradantidakada yang lebihkuat di antarakedunaya , menurutpandangan orang yang punyaanggapan.

Semisal : cuaca dalam keadaan mendung bercampur tiupan angina yang tidakbegitukencang, mungkinakanturunhujandanmungkinjugatidakakanturunhujan. Duakemungkinaninisama-samakuatnyauntukterjadi.

Pengertian wahm : : menganggap mungkin atas terjadinya dua perkara,namun menganggap lemah salah satu di antara keduanya.

Semisal cuaca dalam keadaan terang, kemudian punya anggapan akan turun hujan.

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di FIQH dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Ilmu Fiqh

  1. Toibudin berkata:

    trima ksh ats pnjelasan’y smga nh brmanfaat(amin)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s